JAKARTA, ElindoNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan visi-misi Bupati Konsel “Setara” (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera).
Komitmen tersebut tercermin dalam audiensi resmi Pemkab Konsel dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang berlangsung pada Selasa (22/4/2025) di Aula Rapat Kementerian Pertanian RI, Jakarta.
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Konsel, Irham Kalenggo, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Konsel, Samsul, beserta jajaran.
Dalam paparannya, Bupati Irham menjelaskan berbagai potensi unggulan sektor pertanian yang dimiliki Kabupaten Konawe Selatan.
“Konawe Selatan memiliki luas wilayah 451.420 hektare dengan sekitar 80 persen penduduk menggantungkan hidup di sektor pertanian, yang mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan,” ungkap Irham.
Ia menyebutkan bahwa Konsel memiliki potensi lahan sawah seluas 19.542 hektare, dengan sistem pertanaman P200 seluas 12.000 hektare.
Tingkat produktivitasnya mencapai 4,5 ton per hektare, dengan total produksi padi mencapai 233.217 ton per tahun.
Selain itu, potensi perkebunan kelapa sawit seluas 18.340 hektare dan populasi ternak sapi sebanyak 62.420 ekor juga menjadi kekuatan utama daerah.
Menanggapi pemaparan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor pertanian di Konawe Selatan.
“Pada tahun 2025, Kementerian Pertanian akan menggulirkan sejumlah program strategis di Konawe Selatan, antara lain pembangunan pabrik gula, pencetakan sawah rakyat seluas 1.400 hektare, serta bantuan alat dan mesin pertanian seperti traktor roda dua, traktor roda empat, dan pompa air,” ujar Menteri Amran.
Selain itu, bantuan benih jagung untuk lahan seluas 1.000 hektare juga akan diberikan. Kementan juga akan mendukung perluasan areal tanam untuk komoditas perkebunan unggulan seperti kopi, sawit, mete, dan kelapa dalam, serta perluasan areal tanam padi seluas 1.682 hektare.
Di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Konsel, Samsul, menyatakan bahwa audiensi ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam sektor pertanian.
“Dengan dukungan dari Kementerian Pertanian, kami optimistis Konawe Selatan dapat memaksimalkan potensi pertaniannya. Ini akan berdampak langsung terhadap penguatan swasembada pangan, pengurangan angka kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta menjadikan Konsel sebagai penyangga utama kebutuhan pangan di Sulawesi Tenggara,” pungkas Samsul.







