2

Tanggapi Soal Surat Wabup Rasyid yang Viral,Bupati Surunuddin: Tak Perlu Dipolemikkaan

Konawe Selatan,ElindoNews.id – Bupati Konawe Selatan H Surunuddin Dangga tanggapi soal beredarnya Surat Wakil Bupati (Wabup) Rasyid, yang ditujukan kepada Inspektur Pertambangan yang tidak dikoordinasikan dan viral dimedia sosial.

Surunuddin menegaskan terkait administrasi dan persuratan yang dikeluarkan atau masuk di Pemerintahan akan ditertibkan dan satu pintu.

“Terkait surat keluar yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Konsel yang berkop Bupati dan Stempel Bupati itu tak perlu dipolemikkan. Kejadian ini hanya kekeliruan, sehingga perlu dilakukanpenertiban administrasi, khususnya jika surah itu keluar dan atas nama pemerintah daerah,”ujarnya kepada sejumlah awak media saat coffe moorning di rujab Bupati, Jum’at, (06/10/2023).

BACA JUGA:  Mendagri Perpanjang Masa Jabatan Asmawa Tosepu Sebagai Pj Wali Kota Kendari

Menurut pemilik DT 1 H ini, terkait surat yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Konawe Selatan dan ditujukan kepada inspektur pertambangan tentang permintaan monitoring atau investigasi terhadap keberadaan pertambangan salah satu investor di Konawe Selatan banyak yang telah menghubunginya.

“Ada yang tanya soal kebenaran surat itu, termasuk apakah telah diketahui oleh Bupati atau belum dan lainnya. Tetaoi tidak dijawab, karena ini soal pemerintahan dan koordinasi saja. Jadi tidak perlu dipolemikkan bahkan diributkan. Tetapi melalui moment ini administrasi persuratan dan lainnya akan ditertibkan dan selalu dikoordinasikan,”katanya.

BACA JUGA:  Semangat Pembangunan, Faktor Kemajuan Daerah Konawe Selatan

Mantan Ketua DPRD Konawe Selatan ini menambahkan, terkait aksi pro dan kontra di lahan pertambangan di Desa Torobulu, Pemerintah akan turun tangan dan mencarikan penyelesaiannya dengan baik. Bahkan kami telah menjadwalkan untuk menemui warga pada tanggal 9 Oktober 2023 pada hari senin untuk bertemu warga.

“Saya sudah sampaikan kepada Camat Laeya untuk menginventaris warga yang terdampak dan terganggu atas  pengelolaan tambang di Torobulu dan yang mendukung. Hadirkan saja itu, laimnya tidan perlu lagi, karena akan memperpanjang persoalan. Semoga dari pertemuan itu ada penyelesaian dan investasi juga tetap jalan,”tandasnya