SULTRA  

HIPMI Sultra Gelar Rakerda XVI, Dorong Peran Pengusaha Muda dalam Pembangunan Daerah

KENDARI, Elindonews.id – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVI yang dirangkaikan dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda).

Agenda strategis ini berlangsung pada Senin (8/9) dan diikuti oleh seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) HIPMI se-Sultra. Kegiatan juga dihadiri langsung oleh Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) BPP HIPMI, Tri Febrianto Damu.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, yang menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Ia menyoroti kontribusi sektor usaha terhadap pertumbuhan ekonomi Sultra yang kini tercatat sebesar 5,6 persen, melampaui rata-rata nasional di angka 5,12 persen.

“Pemerintah provinsi hanya sebatas mendorong, tetapi yang membuat negara kaya adalah para pengusaha. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat dibutuhkan, terutama untuk memperkuat sektor petani dan nelayan. Mari kita tumbuh bersama agar kekuatan fundamental pengusaha menjadi lebih kuat,” ujar Hugua.

Hugua juga menguraikan tiga sektor utama penopang PDRB Sultra, yakni pertanian (23,5 persen dengan pertumbuhan 2,7 persen), pertambangan (sekitar 20 persen dengan pertumbuhan 10–15 persen), serta sektor kelautan dan perikanan yang dinilai strategis.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sultra menetapkan tiga prioritas pembangunan: pendidikan, kesehatan, dan agro maritim, dengan fokus utama pada potensi dua laut dalam strategis, yaitu Perairan Flores (WPP 713) dan Perairan Banda (WPP 714).

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Sultra, Triawan Rizbar Taha, menyebut Rakerda XVI sebagai momentum penting untuk menentukan arah kerja HIPMI tiga tahun ke depan.

“Kami memiliki 12 bidang kerja, dan seluruhnya diharapkan dapat menyusun program yang selaras dengan kebutuhan daerah. Salah satunya sektor pariwisata yang kini menjadi fokus, sejalan dengan arah kebijakan nasional,” jelas Triawan.

Ia menegaskan bahwa HIPMI tidak hanya mencetak pengusaha berorientasi keuntungan, tetapi juga pengusaha dengan mentalitas tangguh.

“Menjadi pengusaha bukan soal untung dan rugi saja, tapi soal mental untuk bangkit saat mengalami kegagalan. Inilah yang membedakan pengusaha sejati,” tegasnya.

Ketua Panitia Rakerda XVI HIPMI Sultra, Dilla Ainun Tata, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi, refleksi, dan akselerasi menuju kemandirian ekonomi daerah.

“Rakerda ini adalah wujud nyata komitmen HIPMI dalam membentuk pengusaha muda yang tangguh secara bisnis, memiliki integritas, daya saing, serta nasionalisme. Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar berkat kerja keras panitia dan dukungan Steering Committee,” ungkap Dilla.

Ia juga mengapresiasi semangat peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Sultra yang hadir dengan penuh antusias.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata komitmen HIPMI untuk terus tumbuh dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah.

“Kami berharap, Rakerda HIPMI 2025 dapat menjadi momentum kebangkitan pengusaha muda Sultra sekaligus membawa dampak positif bagi kemajuan provinsi,” tutup Dilla.