Kendari, ElindoNews.id — Kabupaten Konawe Selatan kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Dua desa binaannya, yakni Desa Sindang Kasih dari Kecamatan Ranomeeto Barat dan Desa Pewutaa dari Kecamatan Angata, berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam ajang bergengsi Paritrana Award Provinsi Sulawesi Tenggara 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, mewakili Pemerintah Provinsi, dalam acara resmi yang digelar di Kendari pada Senin, 7 Juli 2025. Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi penyerahan penghargaan yang dihadiri oleh perwakilan desa, camat, pemerintah kabupaten, serta unsur BPJS Ketenagakerjaan se-Sulawesi Tenggara.
Paritrana Award merupakan program penghargaan nasional yang digagas oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah, pelaku usaha, dan desa/kelurahan yang menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Desa Sindang Kasih dinilai unggul dalam hal integrasi program perlindungan ketenagakerjaan ke dalam kebijakan desa, alokasi anggaran untuk kepesertaan pekerja rentan, serta keberhasilan dalam mengedukasi masyarakat desa tentang pentingnya jaminan sosial. Sementara itu, Desa Pewutaa menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi petani, nelayan, dan pekerja informal lainnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Konawe Selatan, Muhammad Haliq Assam, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa ini.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen yang tinggi dari Pemerintah Desa Sindang Kasih dan Pewutaa dalam mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini menjadi bukti bahwa desa-desa di Konawe Selatan semakin sadar akan pentingnya perlindungan bagi pekerja informal dan aparatur desa,” ujar Haliq.
“Kami melihat secara langsung bagaimana para kepala desa dan perangkatnya secara aktif mengalokasikan anggaran untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi warganya. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal kemanusiaan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil,” tambahnya.
Lebih lanjut, Haliq berharap bahwa keberhasilan ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi desa-desa lain di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
“Harapan kami, keberhasilan dua desa ini menjadi pemicu semangat bagi desa lain untuk turut bergerak. Karena perlindungan jaminan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga harus menjadi gerakan kolektif dari desa hingga provinsi,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Sekda menyampaikan apresiasi dan mengingatkan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk terus memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan di seluruh lapisan masyarakat.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, dan BPJS Ketenagakerjaan mampu menghasilkan dampak positif dan nyata bagi perlindungan tenaga kerja. Dengan capaian ini, Kabupaten Konawe Selatan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang peduli terhadap kesejahteraan dan perlindungan sosial masyarakatnya.








