2

Pengemudi Pincara yang Tenggelam di Buton Tengah Ditetapkan Tersangka

Buton Tengah,Elindonews.id – Insiden kapal penyeberangan rakyat yang terbalik di perairan Buton Tengah (Buteng), tepatnya di Teluk Banggai yang menewaskan 15 orang masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kasus kecelakaan kapal yang sebelumnya ditangani oleh Polres Buton Tengah, kini diambil alih oleh Ditpolairud Polda Sultra.

Direktur Polairud Polda Sultra, Kombes Pol Faisal menuturkan, perkembangan penyelidikan kasus ini telah sampai kepada penetapan tersangka terhadap motoris atau pengemudi pincara bernama Saharudin (50).

BACA JUGA:  Seorang Mucikari di Kendari Ditangkap, Polisi Sita Uang dan Kondom

“Tersangka yang kami tetapkan inisial S, selaku motoris pincara,” ucap Faisal dalam konferensi persnya, Jumat (28/7/2023).

Penetapan status tersangka, setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi yang merupakan para penumpang yang salamat dalam insiden nahas tersebut.

“Kami juga telah mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya perahu rakit (pincara) milik S, beserta mesin katinting,” jelasnya.

Terhadap S disangkakan Pasal 302 ayat (1) dan (3) juncto Pasal 117 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan atau Pasal 359 KUHP.

BACA JUGA:  Masyarakat Mokoau Curhat ke Polisi Soal Aksi Ugal-ugalan Pengendara di Bawah Umur dan Peredaran Narkotika

“Ancaman hukumannya 10 tahun penjara, atau denda paling banyak Rp1.500.000.000,” tandasnya.

Sebelumnya, insiden nahas tenggelamnya kapal penyeberangan di Teluk Banggai, Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah terjadi pada Minggu (23/7) sekira pukul 00.00 WITA.

Pincara tersebut tenggelam saat mengantar puluhan warga Desa Lagili, Kecamatan Mawasangka Timur yang hendak pulang seusai menonton konser musik di Mawasangka Tengah pada perayaan HUT ke-9 Kabupaten Buton Tengah.