2

KINIKU Maskot Pilkada Konsel 2024, Simbol Kerbau yang Menginspirasi Integritas dan Kerja Keras

Konawe Selatan, ElindoNews.id – Di tengah semaraknya persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tahun 2024, hadir sosok baru yang langsung menarik perhatian masyarakat. Ia adalah ‘KINIKU’, maskot resmi Pilkada Konsel tahun ini, sebuah karya kreatif dari jurnalis lokal, Ramaluddin.

Ramaluddin, sang pencipta maskot, menyampaikan Kiniku sendiri diambil dari bahasa daerah Tolaki yang berarti Kerbau. Kemudian secara akronim Kiniku ialah Komitmen, Integritas, Netralitas, Mandiri, Akuntabel, dan Berkepastian Hukum.

“Kerbau pada masa lalu adalah pengajaran moral dan budi pekerti di masyarakat. Relief cerita tentang kerbau mengandung ajaran moral, simbolisme agraris dan etos kerja,” kata Rama sapaan akrabnya.

BACA JUGA:  Beri Bantuan Rp150 Juta Demi Maksimalkan Persiapan, Bupati Surunuddin Target Desa Alebo Raih Juara

Proses penciptaan Kiniku sendiri dipastikan tidaklah mudah. Butuh proses dalam menggali ide, menggambar sketsa, dan melakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk memastikan maskot ini bisa diterima oleh semua kalangan.

Rama mengatakan kebermaknaan kerbau tampil sebagai representasi dunia nilai dan pandangan hidup kaum petani. Mengandung proses transformasi sosial, ekonomi, politik, dan kultural.

“Kerbau melambangkan kemakmuran adalah idealitas peradaban agraris. Kerbau jadi simbol etos kerja, tanda gerak pertanian dan nasib petani. Kerbau adalah simbol kerakyatan dan kehidupan,” ujarnya.

Kerbau dikenal karena ketahanan, kerja keras, dan dedikasi. Sebagai pekerja keras yang rajin, dapat diandalkan, selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal yang mereka lakukan.

BACA JUGA:  Kantah Konsel Akan Terbitkan 200 Sertifikat Elektronik dalam Program Konsolidasi Tanah

“Di Kabupaten Konawe Selatan adalah kabupaten yang agraris akan hasil pertanian seperti persawahan. Bagi masyarakat Kabupaten Konawe Selatan yang heterogen seperti Suku Tolaki, Kerbau memiliki kedudukan penting dalam adat Suku Tolaki,” ungkapnya.

“Begitpula dengan gambaran kerbau dapat tuangkan dengan kerja-kerja penyelenggara KPU yang penuh waktu,” sambung ia.

Sebab dalam menjalankan penyelenggaraan, dituntut dengan dedikasi, etos kerja tinggi untuk melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan dengan penuh waktu demi menciptakan hasil yang berkualitas.