2

P3D Konut Minta Kejati Sultra Periksa PT BKM dan PT TMSS Soal Dugaan Pengeluaran Ore Nikel di IUP PT Antam

Konawe Utara, ElindoNews.id – Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah Konawe Utara (P3D Konut) meminta pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memeriksa PT Bumi Konawe Minerina (BKM) dan PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMSS) atas kasus dugaan pengeluaran Ore Nikel di IUP PT Antam tbk.

Presidium P3D Konut, Jefri, mengatakan bahwa masih ada beberapa perusahaan yang diduga terlibat dalam pusaran kasus Korupsi di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Antam Tbk, di Blok Mandiodo, Konut yang luput dari bidikan Kejati Sultra.

“Kejati Sultra sepertinya tidak mencium aroma dugaan Keterlibatan PT BKM dan PT TMSS mengeluarkan ore nikel dari IUP PT Antam,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima media ini, Rabu 29 Mei 2024.

BACA JUGA:  Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-75 Tahun, Bupati Konawe Utara: Momentum Bersatu dan Berkontribusi Positif Menuju Indonesia Maju

Ia menyebutkan, PT BKM Dan PT TMSS Di duga Berkolaborasi Dengan PT Alam Nikel Abadi untuk mengeluarkan ore nikel Dari Iup Eks PT Sriwijaya Raya lalu Di kapalkan menggunakan Jetty PT BKM.

“Perlu diketahui PT BKM Dan PT TMSS Melalukan Haulling ore nikel dengan membeli hasil produksi penambang ilegal dengan harga 10 $ di eks IUP PT Sriwijaya,” ujarnya.

Sayangnya, PT BKM dan PT TMSS  justru luput dari bidikan Kejati Sultra. Untuk itu pihaknya akan melaporkan dugaan keterlibatan perusahaan tersebut disertai dengan bukti-bukti hasil kejahatan mereka.

BACA JUGA:  Bupati Ruksami Minta Masyarakat Ciptakan Pilkades Aman dan Kondusif

“Kami akan segera  melaporkan ke Kejati Sultra beserta dokumentasi kapal tongkang yang diduga digunakan memuat ore nikel. Kami harap Kejati Sultra dapat mengungkap semua menjadi terang benderang,” pungkasnya.

Ia menegaskan pada Jilid II ini, pihak P3D Konut sangat mendesak untuk direktur PT BKM Dan PT TMSS di periksa dugaan keterlibatannya dalam meloloskan ore nikel ilegal di blok Mandiodo, yang di duga menggunakan Dokumen PT BKM.